Maukah mendengarku?

 hai bumi,

sedihku mengalir dengan bersamaan derasnya hujanmu,

dari lamanya waktu hingga dinginnya udara sampai kepada sikapku saat ini,

sebab diantara kurangnya bersyukur dari apa yang ku miliki ataauuu sudah seharusnya ku meminta tolong,

diam. tetap pilihanku, menangis yang tak nentu, serta berpikir tak tau arah mana yang harus ku tempuh.

aku hanya manusia biasa, yang tak mau merepotkan sesama makhluk hidup,

yang tak mau merugikan sesama mahkluk bernyawa,

maaf bumi, terkadang aku hanya memikirkan diri sendiri.

padahal, kamulah yang lebih memerlukan bantuan.

terima kasih, terima kasih atas mendengarkan hati yang bergumam ini.

One thought on “Maukah mendengarku?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *